855Online Agen Bola Indonesia Terpercaya

855Online.com Agen Bola Indonesia Terpercaya - 855Online.com adalah website agen bola, agen sbobet, ibcbet, casino dan togel online. segala jenis permainan dewasa online ada di situs ini untuk menemani malam dan waktu luang anda. Usaha Kepolisian Republik Indonesia memperbaiki citra di masyarakat kembali mendapat hambatan. Alih-alih ingin perbaiki rupa yang kadung buruk di tengah masyarakat, Polri justru mendapat hantaman keras akibat ulah anggotanya. Ajun Komisaris Besar Polisi Idha Endri Prastiono dan Brigadir MP Harahap, yang bertugas di wilayah Polda Kalimantan Barat, ditangkap Polisi Malaysia di Bandara Kuching, terkait narkoba. [Baca Dua Perwira Polri Terancam Dihukum Gantung di Malaysia]

855Online.com Agen Bola SBOBET IBCBET Casino 338a Tangkas Togel Online Indonesia Terpercaya
855Online.com Agen Bola SBOBET IBCBET Casino 338a Tangkas Togel Online Indonesia Terpercaya

Nota Bridezilla - Anggota Komisi Hukum Dewan Perwakilan Rakyat, Muhammad Nasir Djamil, Rabu 3 September 2014, mengatakan penangkapan dua perwira itu menunjukkan bahwa Kapolri Jenderal Sutarman belum mampu bekerja maksimal dalam mengawasi dan membina anggotanya. 855Online.com "Kami berharap, Kepolisian mencari tahu mengapa dia (dua perwira) melakukan itu," ujar Nasir di Gedung DPR, Jakarta. Menurut Nasir, cobaan terhadap anggota Polri semakin berat. Sebab, jaringan narkoba saat ini, justru berusaha mendekati dan bekerja sama dengan aparat penegak hukum. Tujuannya, agar bisnis mereka aman dan terlindungi. Bahkan, anggota Polri sendiri yang justru berbisnis narkoba. [Baca Jadi Bandar Narkoba, Polisi Berpangkat Komisaris di Riau Ditangkap]. Nasir mempertanyakan yang dilakukan kedua perwira itu. Apakah yang dilakukan inisiatif pribadi, atau memang bagian dari jaringan. Nasir menduga kuat, dua perwira ini bagian dari jaringan narkoba internasional. 855Online.com Agen Bola SBOBET IBCBET Casino 338a Tangkas Togel Online Indonesia Terpercaya "Jangan-jangan ini orang memang sengaja dimainkan ke wilayah itu untuk mendapatkan uang dan menyetor ke pihak-pihak tertentu," ujar dia. Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Keadilan Sejahtera itu mengusulkan agar Kapolri segera memecat keduanya. Apa yang dilakukan dua perwira itu, kata Nasir, justru merusak citra Polri. [Baca DPR: Kasus Narkoba Dua Perwira Polisi di Malaysia Memalukan] "Ini kan seperti 'menampar' Kapolri. Di satu sisi, Kapolri sedang berusaha mengembalikan kepercayaan masyarakat, tetapi tiba-tiba dia (dua perwira) lunturkan lagi," ucapnya. Nasir mengimbau, agar Polri lebih meningkatkan pengawasan internal usai kejadian ini. Penangkapan dua perwira itu menandakan bahwa pengawasan inspektur pengawasan Polri kendor. Selama ini, kata dia, pengawasan yang dilakukan terhadap anggotanya hanya bersifat formal dan prosedural.

Di sisi lain, lanjut Nasir, Kapolri harus menempatkan figur yang berintegritas tinggi di setiap jajarannya. "Kalau institusi seperti polisi tidak dipimpin pimpinan yang punya integritas tinggi, tentu saja aparat di bawahnya bisa main-main," kata dia. 855Online.com Agen Bola SBOBET IBCBET Casino 338a Tangkas Togel Online Indonesia Terpercaya Sementara itu, anggota Komisi Hukum lainnya, Adang Daradjatun meminta Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) lebih aktif lagi melakukan operasi senyap. Kepolisian juga perlu melakukan pemeriksaan mendadak kepada seluruh anggotanya. "Selain itu, pimpinan-pimpinan kepolisian, mulai dari Kapolri sampai Kapolda ke bawah harus memberikan contoh-contoh yang baik," kata Adang. Mantan Wakapolri itu tak memungkiri, sejak dulu sudah ada anggota polisi yang terjerat dengan benda haram narkoba. Namun, karena keterbatasan informasi, kejahatan yang dilakukan aparat kepolisian itu tidak muncul ke permukaan. "Sekarang itu media memberi informasi lebih terbuka. Kalau dulu, ada oknum Polri lakukan kejahatan tidak diumumkan dan tidak berani menjelaskan ke masyarakat. Tetapi, dengan keterbukaan informasi saat ini, kalau ada pejabat yang bersalah harus dimunculkan di media," tuturnya.

Jaringan internasional 855Online.com


AKBP Idha Endri Prastiono merupakan Pamen Polda Kalbar (non job), yang sebelumnya menjabat sebagai Kasubdit III Direktorat Narkoba di Polda Kalimantan Barat. Dia dinonaktifkan, lantaran kerap melakukan pelanggaran. Sementara itu, Brigadir Kepala MP Harahap merupakan anggota Polsek Entikong Polres Sanggau.

AKBP Idha memang dikenal sebagai polisi "nakal". Tidak sedikit, dia membuat pelanggaran. Pelanggaran yang dilakukannya terpampang jelas di catatan Propam. Baik saat bertugas di Polda Sumatera, maupun di Polda Kalimantan Barat. [Baca AKBP Idha, dari Zina Sampai Tilep Narkoba Sitaan] Rupanya, dalam kasus ini, AKBP Idha dan Bripka Harahap tidak "bermain" sendiri. Diduga, Idha masuk dalam jaringan narooba internasional untuk wilayah Malaysia-Indonesia. 855Online.com Agen Bola SBOBET IBCBET Casino 338a Tangkas Togel Online Indonesia Terpercaya Hal ini diungkapkan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Komisaris Jenderal Anang Iskandar, saat ditemui di Ruang Pertemuan Utama Mabes Polri, Rabu 3 September 2014.

Bersama istrinya, Titi Yusniawati dan adiknya, Agung, AKBP Idha terlibat dalam jaringan internasional. Namun, kata Anang, mereka memiliki jaringan yang berbeda. Termasuk, dengan jaringan yang diungkap Polisi Malaysia. "Jaringan itu kan ada akar-akarnya, dan salah satunya itu Malaysia," ujar Anang. Adik Idha, Agung sudah mendekam di penjara karena kasus narkoba. Agung pernah terlibat dalam penyelundupan sabu Mei 2013. Dia ditangkap BNN, karena membawa sabu dari Malaysia melalui Kuching dan dibawa ke Pontianak. Proses hukumnya bergulir di pengadilan Pontianak, Kalimantan Barat hingga saat ini.


Antisipasi Polri 855Online.com


Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Inspektur Jenderal Ronny Frangky Sompie, menyikapi penangkapan dua anggotanya dengan serius. Menurut dia, setiap polisi "nakal" harus segera ditindak. Langkah ini sangat diperlukan agar institusi kepolisian tetap mendapat kepercayaan dari masyarakat.

"Kalau ada indikasi pelanggaran, langsung diputuskan dan langsung diproses. Kalau tidak masuk kategori diberhentikan, ada kode etik profesi di bidang Propam," ujar Ronny kepada VIVAnews. Kata Ronny, pencegahan yang diterapkan pada anggotanya yang nakal dilakukan dengan cara pengawasan melekat. Peningkatan tugas pengawasan, biasa dilakukan oleh Biro Pengawasan Internal yang berdinas di dalam ruang kerja para intel, reserse, dan jajaran lain. Namun, menurut Ronny, itu saja belum cukup. Perlu ada pengawasan yang dilakukan secara personal dan berjenjang.

"Misalnya, seorang Direktur Narkoba mengawasi Kasubdit, hingga dari Kepala Unit mengawasi penyidik. Jadi, harus ada pengawasan berjenjang," kata Ronny. 855Online.com Agen Bola SBOBET IBCBET Casino 338a Tangkas Togel Online Indonesia Terpercaya Sementara itu, untuk mengantisipasi anggotanya agar tidak terlibat narkoba, Polda Metro Jaya memberikan bimbingan rohani dan mental seminggu sekali kepada seluruh anggotanya. Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Eko Daniyanto, Rabu 3 September 2014, mengatakan bahwa cara itu dilakukan agar seluruh anggotanya selalu ingat kepada Tuhan YME dalam menjalankan tugas. "Karena setiap anggota polisi mempunyai kewajiban untuk memberantas narkotika. Bagaimana mungkin, kita bisa menangkap pengedar narkoba, apabila ternyata anggota kita terlibat juga dengan narkoba," ujar Eko Daniyanto.

Selain itu, Eko juga mengimbau kepada seluruh anggota Polri, untuk tidak mengunjungi tempat-tempat hiburan malam. Kata dia, anggota Polri harus terus meningkatkan iman dan takwa kepada Tuhan, serta selalu bersama keluarga jika tidak sedang bertugas. Sebab, menurutnya, dua hal itu akan selalu menjadi pedoman bagi setiap orang. 855Online.com Agen Bola Indonesia Terpercaya Tak hanya itu, untuk memastikan tidak ada personelnya terlibat narkoba, pemeriksaan rutin juga selalu dilakukan. "Dari situ, kita akan nilai apakah anggota kita terindikasi narkoba, atau tidak. Kalau dia positif narkoba, maka kita laporkan Propam untuk ditindaklanjuti. Apalagi, kalau dia terlibat peredaran narkoba, jelas akan kami pecat," katanya.

1 komentar: