Jumlah agen asuransi jiwa terus menggemuk

Industri asuransi jiwa makin mengandalkan tenaga agensi dalam menggenjot premi. Buktinya, jumlah agen yang telah tersertifikasi terus bertambah.



Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat sampai semester pertama tahun ini, jumlah agen yang dimiliki pelaku industri menembus 452.836 orang. Kalau dibandingkan dengan jumlah agen pada periode yang sama di tahun kemarin, ada kenaikan sebesar 20,7%. Perlindungan Asuransi Kesehatan Dengan Unit Link Commonwealth Life - Berdasarkan data Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), jumlah tertanggung individu asuransi jiwa sampai kuartal kedua tahun ini mencapai 16,60 juta, meningkat dibandingkan dengan jumlah tertanggung individu per kuartal kedua tahun 2014 yang 11,30 juta orang.

Sedangkan per akhir tahun lalu, jumlah agen mencapai 414.595 orang. Artinya jumlah agen mengalami kenaikan sebanyak 38.241 orang alias tumbuh 9,2% secara year to date.

Kepala Departemen Komunikasi AAJI Nini Sumohandoyo bilang jumlah agen yang terus bertambah ini menunjukkan adanya tren di masyarakat yang memandang agensi sebagai profesi yang prospektif. "Sehingga makin banyak orang yang berminat untuk menjadi agen," katanya belum lama ini.

Secara total industri, kanal distribusi ini memang masih menjadi penyumbang premi terbesar. Hingga semester pertama 2015, jalur agensi menyumbang premi sebesar Rp 30,18 triliun atau setara 44,5% dari total premi.

Melihat tren positif dari menggemuknya jumlah agen, Nini optimis target mereka untuk memiliki 500.000 agen sampai penghujung tahun ini bisa terpenuhi. Sosialisasi mengenai pentingnya berasuransi dan merencanakan keuangan ini menjadi kerja besar yang dilakukan secara bersama oleh regulator (Otoritas Jasa Keuangan) Perlindungan Asuransi Kesehatan Dengan Unit Link Commonwealth Life dan pelaku industri asuransi di bawah payung Dewan Asuransi Indonesia (DAI).

Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI) Adi Pramana menjelaskan, konsep utama dari asuransi syariah adalah saling tolong menolong antara peserta, jadi yang sehat menolong yang sakit, yang “beruntung” membantu saudaranya yang “kurang beruntung”. Mekanisme risk sharing ini sejalan dengan perintah Rasulullah SAW untuk saling membantu sesama muslim yang sedang ditimpa kemalangan.

1 komentar:

  1. SAYA IBU RINA TKI DI SINGAPURA PENGEN PULANG KE INDO TAPI GAK ADA ONGKOS SEMPAT SAYA PUTUS ASAH APALAGI DENGAN KEADAAN SUSAH GAJI ITUPUN SELALU DI KIRIMKAN ORANG TUA DI KAMPUNG SEDANGKAN HUTANG BANYAK KEBETULAN SAYA BUKA-BUKA INTERNET MENDAPATKAN NOMOR MBAH UNTUNG KATANYA BISA BANTU ORANG MELUNASI HUTANG MELALUI JALAN TOGEL DENGAN KEADAAN SUSAH TERPAKSA SAYA HUBUNGI DAN MINTA ANGKA BOCORAN SINGAPURA ANGKA YANG DI BERIKAN MBAH UNTUNG 4D TERNYATA BETUL-BETUL TEMBUS 100% BAGI SAUDARAH-SAUDARAH DI INDO MAUPUN DI LUAR NEGERI APA BILA PUNYA MASALAH HUTANG SUDAH LAMA BELUM LUNAS JANGAN PUTUS ASAH BELIAU BISA MEMBANTU MERINGANKAN MASALAH INI NOMOR HP: 085~212~526~999 MBAH UNTUNG DEMI KIAN KISAH NYATA DARI SAYA TAMPAH REKAYASA ATAU SILAHKAN BUKTIKAN SENDIRI..

    BalasHapus